“Me Time”

Belakangan saya merasa bosan dengan aktifitas harian yang saya lalui. Bangun sebelum subuh, langsung siap-siap untuk berangkat ke kantor. Pulang kantor sore hari dan dihadapkan dengan aktifitas yang membosankan, yaitu menunggu saat macet. Tak jarang sampai di rumah hampir masuk waktu Isya. Tak banyak aktifitas yang bisa saya lakukan di malam hari karena rasa kantuk datang lebih awal. Kadang ingin menyempatkan diri untuk membaca atau sekadar menulis. Tapi apa boleh buat. Jangankan melakukan yang lain, makan malam saja sering sekali saya lewatkan. Belum lagi masalah yang sedang memenuhi pikiran saya. Maka dari itu week end kemaren saya putuskan untuk menikmati “Me Time”.
Lanjut yuk….

Metamorfosis

Seperti kepompong yang bermetamorfosis menjadi kupu-kupu, kitapun perlu ikut bermetamorfosis. Karena hidup ini selalu berubah, maka pastikanlah kita berubah selalu dalam kebaikan. Teringat perjalananku dalam pencarian jati diri sebagai “akhwat”. Istilah ini baru aku kenal sejak kelas 1 SMA. Berawal dari ajakan teman untuk mengikuti kajian setiap jum’at di sekolahku, Forum Annisa. Awalnya aku begitu bersemangat karena dari namanya saja sudah ketauan kalau yang akan dibahas tentunya berhubungan dengan muslimah. Tentunya akan seru. Kebetulan sebelumnya aku juga ada jadwal latihan paduan suara sekolah. Jadwalnya sebelum Forum Annisa. Jadi bisa sekalian ikut kajiannya.

Akhwat

Lanjut yuk….

Ta’aruf Itu…

Syetan akan selalu menghalangimu untuk berbuat kebaikan. Mereka akan selalu menghadirkan rasa was-was dalam setiap urusanmu. Begitu pula dengan yang saat ini kurasa. Setelah melakukan istikharah, mempelajari lagi proposalnya, mendiskusikan dengan orangtua, dan beberapa pertimbangan, hatiku sudah mulai mantap untuk melanjutkan ketahap selanjutnya. Maka ditetapkanlah jadwal untuk kami ta’aruf. Tapi entah apa yang aku pikirkan, keraguan mulai menyelinapi hatiku justru sehari sebelum ta’aruf. Lanjut yuk….