Seperempat Abad

Pagi ini aku berangkat ke kantor agak telat dari biasanya. Bukan karena ingin berleha-leha, tapi memang ada acara di kantor Area yang undangannya lebih lambat dari jam masuk kantor. Hujan semalam masih menyisakan mendung dan menyandera mentari untuk hangatkan bumi. Sepertinya langit masih belum puas menumpahkan hujan. Tak lama hujanpun mulai mengguyur dengan lebatnya.
Lanjut yuk….

Metamorfosis

Seperti kepompong yang bermetamorfosis menjadi kupu-kupu, kitapun perlu ikut bermetamorfosis. Karena hidup ini selalu berubah, maka pastikanlah kita berubah selalu dalam kebaikan. Teringat perjalananku dalam pencarian jati diri sebagai “akhwat”. Istilah ini baru aku kenal sejak kelas 1 SMA. Berawal dari ajakan teman untuk mengikuti kajian setiap jum’at di sekolahku, Forum Annisa. Awalnya aku begitu bersemangat karena dari namanya saja sudah ketauan kalau yang akan dibahas tentunya berhubungan dengan muslimah. Tentunya akan seru. Kebetulan sebelumnya aku juga ada jadwal latihan paduan suara sekolah. Jadwalnya sebelum Forum Annisa. Jadi bisa sekalian ikut kajiannya.

Akhwat

Lanjut yuk….

Manisnya Ukhuwah

azalia4

Hujan dan badai di luar sana tak mampu memudarkan senyuman yang terukir di wajah kami. Jiwa seolah menemukan penawarnya setelah seminggu tak bertemu dan berangkulan mesra. Ahh, tak ada yang lebih indah bagiku selain menikmati suasana penuh keakraban seperti ini. Sungguh indah ukhuwah yang terjalin karena cinta padaNya. Menatap senyuman saudariku saja sudah mengalirkan kedamaian sekaligus kebahagiaan dalam relung jiwaku :).

Lanjut yuk….

Cinta Itu…

Luv

Cinta itu ajaib menurutku. Jiwa yang tenang seketika bergemuruh ketika “something” yang dicinta muncul tiba-tiba di hadapan. O, tidak. Bahkan baru menyangka dia datang. Bagaimana jika yang datang itu benar-benar sosok yang sebenarnya, ya? Begini saja sudah membuat sekujur tubuh lunglai. Tapi apa benar itu yang dinamakan cinta? Bagaimana hanya bisikan setan semata? Mungkin nikmati saja dulu ya. Intinya pengendalian diri (jadi ingat saat kuliah MKU). 😀

Lanjut yuk….

Itulah Hidup, Nak….

loteng

Sabar dan ikhlas itu tak akan kamu dapatkan dalam waktu semalam. Kau pikir cukup dengan sekali hentakan gelombang ujian telah membuatmu memilikinya?

Tidak…! Sekali lagi tidak…!!!

Dia akan terus mengintaimu sampai kau benar-benar menjiwainya. Tak peduli sebanyak apa air mata tlah kau tumpahkan. Tak peduli seletih apa kau tertatih melangkah. Sejauh mana kau bisa bertahan sejauh itu pula sabar dan ikhlas akan membersamaimu. Nikmatilah setiap pembelajaran-Nya atas dirimu. Dan ingatlah apapun itu, semua karena DIA menyayangimu. DIA inginkan kau lebih kuat dari hari kemarin, lebih tegar menyongsong hari esok…

_Lapangkan dada, berpikir positif, sabar menghadapi ujian, ikhlaskan yang telah pergi, semangat menghadapi masa depan. Jalan masih panjang. Tak ada waktu untuk menangisi hal yang tak penting. Songsong hari esok dengan senyuman._