Tak Punya Golok, Tak Bisa Bawa Pulang

Wuish… Serem amat sih judulnya. Udah lama menghilang malah pake bawa golok segala. Tapi memang benar sih. Karena gak bawa golok kami nggak bisa bawa pulang yang diinginkan. Hehehe….

PicsArt_1447907460359 Continue reading

Advertisements

Sebuah Renungan

Ada yang hilang dari hatiku. Aku tak tahu secara pasti apa itu. Yang  jelas aku merasa sangat jauh dengan-Nya. Aku masih menjalankan shalat 5 waktu, tapi knapa serasa tak seperti biasa…??? Smua berlalu tanpa makna. Tahajudku bolong… tilawahku… duhaku…alma’tsuratku…hafalanku….  Apa yang terjadi pada diriku…???

Ku mohon… kembalikan apa yang tlah kau rampas dariku. Jangan kau jauhkan aku dari-Nya. Ku ingin merasakan kembali nikmatnya merindui-Nya. Indahnya melantuntan ayat2 suci-Nya. Tentramnya hati ini bila mengingat-Nya. Ku rindu rasa itu, ku rindu air mata ini mengalir di sepertiga malam-Nya. Ku rindu getaran lembut di hatiku disaat mengingat-Nya.

Kutelusuri apa yang tlah kulakukan selama ini. Ya, aku tak tahu secara pasti. Smua serasa mengalir begitu saja. Kini kurasakan betapa jauhnya aku dari-Nya. Ada yang tlah berubah dari diriku.

Ya Rabb! Ku slalu berharap bimbingan dari-Mu,

tapi ku tak berusaha menyambut uluran tangan-Mu.

Ku slalu berharap hidayah dari-Mu,

tapi ku tak berusaha menggapai hidayah yang Kau turunkan padaku

Ku slalu berharap cinta kasih-Mu,

tapi ku tak berusaha mencintai-Mu

Ku slalu memohon kekuatan iman dan keistiqamahan pada-Mu,

tapi ku tak berusaha mempertahankannya dariku.

 

Duhai hamba, mengapa kau biarkan hatimu mengeras bagai batu?

Mengapa kau biarkan hatimu terampas dari-Nya. ?

Mengapa kau biarkan harimu berlalu tanpa makna?

Mengapa kau abaikan suara hatimu?

Mengapa kau tak juga menyadarinya?

Dewi Sartika, Udiklat PLN Bogor

22 Februari 2010