I Love Sewing

Bahagia  itu ketika hasil jahitan kita dibawa lari ke Australia. Awalnya merasa kagum dengan keahlian menjahit mama. Pengen belajar menjahit juga. Tapi tak pernah diizinkan ikut kursus jahit karena semangat saya yang sering angin-anginan. Hehe…

Diajarin jahit tangan hanya untuk sekedar menjahit pakaian yang robek atau lepas kancingnya. Pengennya bisa bikin pakaian sendiri. Tapi kalau jahitnya pake tangan lumayan capek juga kan. Apalagi kalau semangatnya sudah mulai kendor. Bisa terbengkalai jahitannya. Pernah sih jahit seprai sendiri pake jahit tangan. Saking ngebetnya pengen cepat selesai, dipaksain menjahit sampai larut malam sebelum semangatnya luntur.

Nah, maka dari itu saya memutuskan  membeli mesin jahit portable. Meskipun sempat tertunda beberapa tahun karena keinginan saya kembali dipertanyakan. “Yakin mau beli? Sayang kan nanti kalau sudah beli, sering dianggurin mesin jahitnya.” Untung saja ada suami yang berusaha meyakinkan saya. “Kalau itu memang hobi, apa salahnya? Insya Allah akan bermanfaat”. Thank’s Hun…

Yey… Jadi semangat deh belajar jahitnya kalau udah ada mesin jahitnya… Taraa…. Jadi deh dress cantiknya, hasil belajar secara otodidak lewat internet.

img_20160413_105405

Umbrella Dress

Maksud hati pengen pamer hasil jahitan sendiri maka waktu pulang ke tempat mama saya pakai dressnya. Eh, gak taunya ada yang suka dan minta izin dibawa ke Australia. Ya udah, silahkan dibawa. Asalkan nanti bawa oleh-oleh yang spesial. Hehe… Gud Lak, Dik…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s