Tak Punya Golok, Tak Bisa Bawa Pulang

Wuish… Serem amat sih judulnya. Udah lama menghilang malah pake bawa golok segala. Tapi memang benar sih. Karena gak bawa golok kami nggak bisa bawa pulang yang diinginkan. Hehehe….

PicsArt_1447907460359

Ceritanya pada hari minggu pagi menjelang siang, saya dan gadis kecil kami dijemput suami sehabis pertemuan di rumah seorang teman. Anak kami Taqiyyah memang selalu menemani saya kemana-mana. Termasuk ke kantor. Hanya saja saat jam kerja saya titip sebentar di TPA yang disediakan kantor untuk pegawai yang mempunyai bayi atau balita. Setelah menikah kami memutuskan untuk berusaha hidup mandiri. Sebisa mungkin tidak merepotkan kedua orangtua kami. Termasuk merawat anak kami, meskipun saya adalah ibu yang bekerja. Tapi kami berusaha memastikan untuk selalu memprioritaskan waktu yang lebih banyak bersama anak dengan sering-sering menengoknya ke TPA saat pekerjaan agak santai. Termasuk membawa anak pulang ke kontrakan yang memang tak jauh dari kantor pada saat jam istirahat.

Tanpa ada rencana sebelumnya, saya meminta suami untuk singgah di toko perlengkapan bayi. Maksud hati ingin membelikan sebuah sepatu untuk buah hati kami yang sebentar lagi belajar berjalan. Setelah putar-putar, berhentilah kami di sebuah toko perlengkapan bayi yang baru dibuka di Kota Solok. Ini adalah pertamakalinya kami mengunjungi toko itu karena memang baru dibuka. Dengan santai kaki kami melangkah memasuki toko yang cukup besar untuk ukuran kota solok. Hehe… Lumayan lengkap, tapi belum memadati tokonya yang besar.

Mulailah kami melayangkan pandangan mencari keberadaan rak sepatu. Taraaa… Ketemu… Pilih-pilih sepatu yang cocok untuk Taqiyyah. Kebiasaan saya sebelum memutuskan untuk suka sama sesuatu, saya akan melihat harganya dulu. Kalau cocok di kantong bolehlah bilang suka. Ingatlah saya kalau saya pagi itu hanya bawa sehelai 50 ribuan. Dan suami saya tak bawa uang sepeserpun karena memang tak ada dalam benaknya untuk singgah untuk membeli sesuatu. Itu artinya kami harus membeli sepatu dengan budget 50 ribu paling mahal.

Dipilih-pilih lagi, ketemulah sepatu yang cocok di hati. Harganya cocok, modelnya OK. Dilihat-lihat lagi eh, ternyata ada peluit dibagian tumitnya. Kalau diinjak akan keluar bunyi yang tujuannya akan membuat anak semakin semangat untuk berjalan. Tapi kami justru khawatir tonjolan peluit di tumit malah akan membuat kaki anak kami sakit. Say Goodbye dech sama sepatunya. Hiks, padahal saya suka modelnya…

Beralih ke rak yang lain. Pandangan saya langsung tertuju pada sendal yang bagian depannya ada boneka kucing. Taqiyyah kan suka banget sama kucing. Sama kayak bundanya. Hehe… Suami saya setuju dengan pilihan saya. Tapi pas liat harganya ternyata 51 ribu rupiah. Yaaah…, kurang satu golok kan… Nego sama pelayannya, katanya gak bisa kurang karena sudah harga pas. Coba rogoh saku lebih dalam lagi. Siapa tau ada golok nyelip agak selembar aja. Namun sayangnya sedalam apapun kami merogoh saku, tetap saja tak ada golok yang nyelip.

Aduh, mau balik bagaimana lah. Sudah acak-acak toko orang sekian lama, tapi gak jadi beli. Tapi ya mau gimana lagi. Kan goloknya gak ada. Jadi tak bisa beli. Dan kamipun memutuskan keluar dengan tangan hampa dan perasaan yang entah bagaimana. Sebelum keluar suami saya sempat-sempatnya bilang pada pelayannya untuk kembali lagi nanti setelah bawa goloknya, eh kalau uangnya sudah cukup.

Di sepanjang perjalanan pulang kami masih menyimpan kejadian itu di memory masing-masing. Hanya karena kurang seribu, kami tak bisa membawa pulang sendal yang kami inginkan. Padahal ada 50 ribu di tangan. Tapi dengan 50 ribu tersebut kami dapat membeli es krim dung-dung yang kami temui di jalan. Sudah dapat banyak, ada kembaliannya lagi.

Untuk memenuhi janji pada pelayan toko, sore harinya kami kembali lagi ke sana dengan tak lupa menyiapkan golok di kantong yang tadinya tertinggal.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s