P”indah” Itu Indah

Setelah vakum beberapa bulan, tiba-tiba saya ingin nulis lagi di blog yang tak terurus ini. Kalau dilihat dari postingan terakhir, sudah hampir lima bulan saya tidak menulis di sini. Walaupun sebenarnya sekali-sekali masih suka ngintip-ngintip ke blog tetangga :D. Ada keinginan untuk ikutan nulis juga. Tapi tak tau cara menuangkan ide menjadi tulisan yang bermutu. Hehehe…..

sawah

Ada banyak hal yang saya alami dalam beberapa waktu belakangan.  Satu hal yang membuat saya merasa agak kehabisan energi untuk memikirkan dan menjalankannya adalah kepindahan saya yang awalnya bertugas di Kayu Aro kemudian dimutasi ke Kota Solok. Betul juga pameo yang akhir-akhir ini saya dengar, semua akan P”indah” pada waktunya. Sekarang tiba giliran saya yang dipindahkan. Inginnya saya dipindahkan ke Kota Padang saja. Lebih dekat dari rumah. Tapi sayangnya perusahan bukan punya bapak saya :D.

Sebenarnya tak masalah saya pindah ke Solok. Justru saya pikir ini akan lebih baik bagi perkembangan karir saya. Selain itu suasana kerjanya juga bagus. Tapi sayangnya berita pindah ini terjadi pada saat yang kurang tepat. Saat saya harus berkonsentrasi dan menjalani dengan tenang persiapan pernikahan saya. Eh, saya belum pernah cerita ya di sini.  Ceritanya seminggu lagi saya akan dipersunting oleh seorang pemuda yang baru saya kenal sekitar enam bulan yang lalu. Sedikit penggalan kisahnya dapat di lihat disini dan disini. Sebenarnya ingin cerita banyak soal ini. Tapi tak tau harus mulai dari mana. Yang penting saya mohon do’anya semoga semuanya berjalan dengan lancar :).

Kembali pada masalah kepindahan saya. Eh, saya tak mau memandang dari segi masalahnya sebenarnya. Karena ada banyak hikmah yang bisa saya ambil. Jauh hari sebelum SK pindah saya terima, isu-isu pindah itu sudah saya dengar duluan. Kabarnya saya akan diposisikan sebagai Sekretaris Manajer. Saya sempat galau dengan isu ini. Jika benar saya jadi sekretaris, berarti saya harus siap untuk terikat dengan jadwal manajernya. Tak bisa pulang tepat waktu, harus nungguin manajernya pulang duluan. Terus suamiku gimana? (eh, belum ya 😀 ). Dan yang tak dapat saya terima adalah, menjadi sekretaris itu rasanya bukan Gue Banget. Saya lebih suka bekerja di mana saya bisa lebih banyak belajar tentang hal-hal baru. Pekerjaan yang memungkinkan saya untuk mengembangkan diri, keilmuan dan pengalaman.

Ternyata isu itu benar adanya. Saat SK sudah ditangan, saya merasa tak segalau saat mendengar isunya. Justru saya bisa lebih santai menerima kenyaataan. Yang saya tau, tentu ada hikmah dan kebaikan yang tersembunyi di baliknya. Sedih memang. Kenapa harus memilih saya yang jadi sekretaris?

Setelah menerima SK pindah, saya diminta untuk segera melapor ke tempat yang baru. Begitu berhadapan dengan atasan yang baru, saya dihadapkan pada sesuatu yang tidak saya duga sebelumnya. Karena mutasi pegawai yang cukup banyak, maka terjadilah kekurangan anggota di salah satu bidang. Jadi ceritanya saya ditempatkan di bidang itu dan tidak jadi ditempatkan sesuai SK. Alhamdulillah, saya tak jadi dihadapkan dengan sesuatu yang tidak saya suka. Tapi saya ditempatkan di bidang yang saya tak pernah belajar sebelumnya yaitu Akuntansi.

Saya tak tau harus senang atau sedih dengan keputusan ini. Hmm, sebaiknya saya senang aja lah ya. Senang karena saya akan belajar ilmu baru, lingkungan kerja baru, pengalaman baru, dan tentunya hidup baru. Hihihi…. :D. Yang kurang menyenangkan adalah saya harus melakukan banyak hal dalam waktu dekat. Yang jelas pikiran saya berpindah fokus dari persiapan pernikahan kepada pekerjaan baru yang cukup menantang dan memakan banyak energi. Karena untuk sementara saya harus bolak-balik Padang-Solok setiap hari. Kebayang kan capeknya…

Sebenarnya masih banyak hal-hal yang membuat saya harus berpikir keras. Masih mengenai kepindahan dan persiapan pernikahan. Tapi saya tak ingin mengeluh. Tak ingin menjadikan ini sebagai beban. Saya ingin menjalaninya semampu yang saya bisa dan menikmati proses ini. Karena seberat apapun beban yang dipikulkan di pundak saya, Tuhan tahu saya mampu. Jadi saya harus tetap semangat dan yakin akan melewati proses ini dengan baik.  Semoga saya bisa belajar banyak dan belajar cepat, pernikahan saya minggu depan lancar dan semoga Allah senantiasa melimpahkan keberkahan dalam rumah tangga saya nantinya. Aamiin…. 🙂

Pindah itu, So Sweet…. ^_^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s